1. Sebutkan 2 syarat interaksi sosial ?
- Adanya kontak sosial
- Adanya komunikasi
2. Kontak berasal dari bahasa Latin con atau cum dan tango, apakah arti dari con atau cum dan tango ?
Con atau cum berarti bersama-sama, Tango berarti menyentuh
Kontak adalah bersama-sama menyentuh
3. Sebutkan 3 bentuk kontak sosial ?
- Antara orang-perorangan
- Antara orang-perorangan dengan suatu kelompok manusia
- Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya
4. Sebutkan 5 bentuk kerjasama ?
- Kerukunan yang mencakup gotong royong
- Bargaining pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi
- Kooptasi (Cooptation) proses penerimaan unsur-unsur baru dalam pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan
- Koalisi, kombinasi anatara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu karena dua organiisasi atau lebih tersebut kemungkinan mempunyai struktur yang tidak sama antara satu atau beberapa tujuan bersama, maka sifatnya kooperatif
- Joint venture, kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu seperti pengeboran minyak, pertambangan batubara, perfilman, perhotelan.
5. Apa yang dimaksud dengan akomodasi ?
Cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya
6. Apakah tujuan dari akomodasi ?
- Mengurangi pertentangan antara perorangan atau kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham.
- Mencegah meledaknya suatu pertentangna untuk sementara waktu
- Memungkinkan adanya kerjasama antara kelompok sosial
- Mengusahakan peleburan antara kelompok sosial yang terpisah (asimilasi)
7. Sebutkan 3 bentuk akomodasi ?
Compromise, coercion, arbitration, mediation, conciliation, toleration, stalemate, adjudication.
8. Bagaimanakah proses asimilasi ?
- Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya
- Orang-perorangan sebagai warga kelompok saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang cukup lama sehingga
- Kebudayaan dari kelompok manusia masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri
9. Faktor apa sajakah yang mendukung mudahnya terjadi asimilasi ?
- Toleransi
- Kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi
- Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya
- Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
- Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan
- Perkawinan campuran
- Adanya musuh bersama dari luar
10. Faktor apa sajakah yang menghalagi terjadinya asimilasi ?
- Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat
- Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi
- Perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang di hadapi
- Adanya perasaan kebudayaan lain lebih tinggi
- Perbedaan warna kulit, ciri-ciri badaniah menjadi penghalang asimilasi
- Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap golongan minoritas
- Perbedaan kepentingan
11. Jelaskan apa yang dimaksud dengan persaingan ?
Suatu proses sosial dimana individu atau kelompok yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang kehidupan yang pada suatu masa menjadi pusat perhatian umum dengan cara menarik perhatina atau mempertajam prasangka yang telah ada
12. Sebutkan bentuk-bentuk persaingan ?
- Persaingan ekonomi
- Persaingan kebudayaan
- Persaingan untuk mencapai suatu kedudukan dan peranan tertentu dalam masyarakat
- Persaingan karena perbedaan ras
13. Sebutkan fungsi persaingan ?
- Menyalurkan keinginan yang bersifat kompetitif
- Sebagai jalan dimana keinginan, kepentingan serta nilai-nilai pada suatu masa menjadi pusat perhatian tersalurkan dengan baik
- Sebagai alat untuk mengadakan seleksi atas dasar seleksi sosial
- Alat untuk menyaring warga golongan-golongan karya untuk mengadakan pembagian kerja
14. Apakah yang di maksud dengan kontravensi ?
Merupakan bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangna atau pertikaian kontraversi merupakan sikap mental yang tersembunyi terhadap orang-orang lain atau terhadap unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu
15. Sebutkan bentuk-bentuk kontravensi ?
- Perbuatan penolakan, perlawanan
- Menyangkal pernyataan orang lain di muka umum
- Melakukan penghasutan
- Berkhianat
- Mengejutkan lawan
16. Tipe-tipe apakah yang tidak termasuk dalam kontravensi tanpa menggunakan ancaman ?
- Kontravensi antarmasyarakat setempat
- Kontravensi intelektual
- Antagonisme keagamaan
- Oposisi moral
17. Apakah yang dimaksud dengan pertentangan ?
Proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan dengan ancaman atau kekerasan
18. Apa saja yang termasuk dalam akar pertentangan ?
- Perbedaan individu
- Perbedaan kebudayaan
- Perbedaan kepentingan
- Perubahan sosial
19. Sebutkan 3 bentuk pertentangan ?
- Pertentangan pribadi
- Pertentangan rasial
- Pertentangan politik
20. Apakah akibat dari pertentangan ?
- Bertambahnya solidaritas in-group
- Retaknya persatuan kelompok
- Perubahan kepribadian
- Akomodasi, dominasi, takluknya satu pihak
Jumat, 27 Maret 2009 | 12:22 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Suhartono
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto berjanji akan segera membangun kembali tanggul Situ Gintung yang jebol pada hari Jumat (27/3) dini hari tadi. Pembangunan akan dilakukan dengan dana darurat Departemen PU.
Rencana pembangunan kembali tanggul Situ Gintung itu disampaikan Djoko menanggapi instruksi Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam rapat kilat di Rumah Makan Situ Gintung, Ciputat, berkait dengan jebolnya tanggul yang menewaskan lebih dari 25 orang itu.
Dalam rapat itu terungkap pula bahwa jebolnya tanggul Situ Gintung adalah karena overtopping atau limpasan air yang berlebih melalui tanggul. Menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Pitoyo Subandrio, Kamis sore kemarin terjadi hujan sangat lebat sejak pukul 16.00 sampai pukul 20.00.
Hujan sangat deras itu menyebabkan danau berkapasitas 2,1 juta meter kubik itu tak mampu menampung air. "Sekitar satu juta meter kubik mengalir melalui atas tanggul atau overtopping," kata Pitoyo.
Digerus air sebesar itu, tanggul Situ Gintung yang dibangun sejak zaman Belanda itu akhirnya terkikis hingga akhirnya longsor. Ketika tanggul longsor dan menjadi rapuh, air di dalam danau pun tak tertahan lagi sehingga pukul 02.00 tanggul jebol sepanjang 30 meter.
"Gerusan air terjadi terus-menerus sehingga menyebabkan bendungan longsor atau rapuh. Oleh sebab itu, urugan jenis apa pun apakah itu campuran batu tanah dan lain-lain pasti tak akan mampu menahan terjadinya overtopping air," kata Pitoyo kepada Wapres Kalla di bibir tanggul.
Menurut Pitoyo, kalau akhirnya bendungan dibangun kembali, maka sifatnya tidak boleh sementara, tetapi harus permanen dan bisa dipertanggungjawabkan sehingga tidak terjadi bencana serupa di masa depan.
http://kompas.co.id/read/xml/2009/03/27/12221996/tanggul.situ.gintung.segera.dibangun.kembali
Utama: Tragedi di Situ Gintung
Yayat Suratmo
Published 03/27/2009 - 6:09 p.m. GMT
Tragedi memilukan kembali terjadi, Jum’at (27/03) sekitar pukul 4.30 dinihari, tanggul Situ Gintung, Cirendeu, Tangerang, Provinsi Banten, jebol dan menumpahkan air bah dan menenggelamkan pemukiman di sekitar tanggul.
Saat kejadian warga banyak yang masih tidur lelap, sehingga tak sempat menyelematkan diri saat air bah menerjang dan meruntuhkan ratusan rumah. Sampai Jum’at pukul 24.00 WIB, jumlah korban meninggal mencapai 58 orang, ratusan orang terluka, dan masih puluhan hilang. Saat ini sebagian korban langsung dikebumikan oleh keluarganya di TPU setempat.
Wartawan Kabari, Arip Budiman, yang saat ini masih berada di lokasi kejadian melaporkan bahwa kondisi di lokasi bencana amat memilukan, ratusan rumah tenggelam, bahkan banyak kendaraan milik warga yang juga terlihat hanyut terbawa air bah. Meski sudah surut, air telihat masih menggenangi pemukiman tersebut. Kondisi terparah terjadi di Kampung Poncol, Rt.01/08, Ciputat, Tangerang. Hampir separuh korban adalah warga Kampung Poncol.
Beberapa warga yang selamat mengatakan, umumnya mereka tak menyadari datang air bah karena sedang lelap tidur. Odan, salah satu korban selamat menuturkan dengan terbata-bata bahwa dirinya kehilangan tujuh anggota keluarga sekaligus dalam bencana itu. Dari tujuh orang keluarganya itu, Odan baru menemukan 3 jenazah, sementara empat anggota keluarganya yang lain belum ditemukan. Saat ini sebagian korban langsung dikebumikan oleh keluarganya di TPU setempat.
Dilaporkan tanggul Situ Gintung jebol hingga sepanjang 70 meter dan menumpahkan air bah hingga radius satu kilometer. Kuat dugaan tanggul yang dibangun sejak jaman Belanda itu tak mampu menahan debit air di danau Situ Gintung yang meninggi usai didera hujan deras. Dari catatan, sejak dibangun tahun 1933, tanggul tersebut baru diperbaiki satu kali yakni pada tahun 2008.
Saat ini para korban selamat mengungsi di tenda-tenda pengungsian dengan kondisi tanpa peneranga karena aliran listrik terputus. Sementara tim SAR dibantu oleh tim penyelamat dari kampus, kepolisian, TNI dan warga, rencananya akan melajutkan proses pencarian korban besok.
http://www.kabarinews.com/article/Berita_Indonesia/UtamaTragedi di Situ Gintung /32908
BENCANA SITU GINTUNG
Musibah kembali mengguncang tanah air. Ketika para tokoh politik dan penguasa sedang berlomba berebut simpati rakyat melalui kampanye, tiba-tiba ujian besar melanda kawasan Situ Gintung di Tangerang.
Ratusan jiwa diperkirakan melayang dan ratusan rumah ambruk diterjang banjir bandang yang terjadi akibat jebolnya tanggung Situ Gintung. Tragis, peristiwa dahsyat itu terjadi tidak jauh dari ibukota dan terjadi tidak lama setelah pihak Badan Metereologi dan Geofisikasi (BMG) memberi isyarat akan terjadinya hujan dengan intensitas tinggi di Jakarta, Tangerang dan sekitarnya.
Kita tentu tidak pernah menduga musibah itu akan terjadi. Karakter musibah memang tidak pernah bisa diduga. Kehadirannya yang tidak pernah dinanti justru sering datang tiba-tiba dan mengagetkan. Perginya pun selalu meninggalkan petaka dan tangisan.
Namun kita tentu patut bertanya mengapa musibah itu datang justru tepat ketika dia memberi isyarat akan datang. Prakiraan BMG seharusnya dipahami sebagai isyarat akan datangnya bencana. Kalau prakiraan itu benar-benar diperhatikan oleh semua pihak yang berkepentingan dengan kehadiran banjir maka ceritanya mungkin akan berbeda. Jadi bencana yang terjadi di Situ Gintung bukan bencana yang dating tiba-tiba. Sebelum datang dia sudah memberi isyarat dan kehadirannya sebenarnya bisa diantisipasi.
Kita memang tidak bisa lagi membalik ulang putaran jarum jam. Namun kita tentu patut mempertanyakan kepada semua pihak yang seharusnya bertanggungjawab terhadap terjadinya bencana itu. Berbeda dengan tragedi tsunami di Aceh yang memang sulit diprediksi, banjir di Situ Gintung sebenarnya bisa diantisipasi jauh-jauh hari. Jadi dalam kasus ini seharusnya ada pihak yang paling bertanggungjawab.
Mengapa waduk itu bisa jebol. Sangat tidak pantas bila kita menyalahkan curah hujan yang sangat tinggi sebagai biang keladi bencana itu. Yang sesungguhnya terjadi adalah ketidakmampuan aparat mengantisipasi jebolnya tanggul akibat tingginya curah hujan.
http://www.sinartani.com/kolom/bencana-situ-gintung-1238748756.htm
Tragedi Situ Gintung
Kamis malam (26 Maret 2009) hujan mengguyur deras secara merata daerah Jakarta, Bogor dan Ciputat - Tangerang. Tapi siapa sangka guyuran air hujan itu menjadi awal bencana Jumat (27 Maret 2009) kemarin. Tanggul Situ Gitung, Ciputat, Tangerang jebol sekitar jam 5 pagi.
Sebelum peristiwa ini, pulau yang terletak di Desa Cirendeu, Ciputat, Tangerang itu dikenal sebagai salah satu lokasi wisata, outbound, dan pesta. Setiap hari libur, lokasi yang dikelilingi Danau Situ Gintung ini selalu dipadati warga Jakarta yang ingin melepaskan penat.
Jebol dan menumpahkan air bah dan menenggelamkan pemukiman di sekitar tanggul. Banyaknya korban jiwa pada kejadian ini. Karena saat kejadian ini terjadi banyak warga yang masih terlelap di dalam tidurnya sehingga tak tahu adanya tragedi ini.
Dilaporkan tanggul Situ Gintung jebol hingga sepanjang 70 meter dan menumpahkan air bah hingga radius satu kilometer. Kuat dugaan tanggul yang dibangun sejak jaman Belanda itu tak mampu menahan debit air di danau Situ Gintung yang meninggi usai didera hujan deras. Dari catatan, sejak dibangun tahun 1933, tanggul tersebut baru diperbaiki satu kali yakni pada tahun 2008.
Banyak pihak yang menyalahkan bahwa ini terjadi karena derasnya hujan yang turun pada hari kamis malam. Tragedi ini banyak menelan korban, banyak orang yang menyalahkan hujan yang terjadi sehingga mengakibatkan jebolnya tanggul. Kesalahan yang sering terjadi juga karena kelalaian manusia yang tidak mau menjaga alam yang ada di sekitarnya.
Sebaiknya kita sebagai warga masyarakat indonesia harus mampu membangun kesadaran bahwa peristiwa ini terjadi akibat dari manusia juga, karena sikap manusia yang kadang tidak mau memperhatikan daerah sekitanya.
Sebaiknya agar peristiwa ini tidak terjadi lagi, kita harus mampu mempertanggung jawabkan apa yang kita lakukan pada sesama manusia, pada alam sekitar kita, dan kepada apa yang telah kita lakukan. Peristiwa ini bukan suatu musibah yang harus di sesali tetapi merupakan sapaan dari Yang Maha Kuasa agar kita semakin menyadari bahwa kita hidup di dunia ini tidak sendirian dan masih banyak yang harus kita jaga, agar apa yang telah ada dapat kita berikan pada anak cucu kita. Selain itu kita harus mampu untuk menghargai segala yang ada di sekitar kita dan mensyukuri apa yang telah kita miiliki.
Sebaiknya pemerintah mampu cepat bertindak dalam mengambil keputusan untuk memperbaikinya agar daerah pariwisata ini dapat menjadi daerah wisata lagi dengan lebih baik. Pemerintah juga harus mampu menyelesaikan tugasnya untuk mengurus korban dari bencana ini agar kedepannya korban bencana ini dapat bertahan hidup dan tidak trauma lagi karena adanya kejadian ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar